Sandi merasa beruntung

SEBUAH CERITA SANDI PRATAMA WIBOWO

               Nama saya Sandi Pratama Wibowo. Saya sekarang duduk di kelas 3 SMP. itu adalah kelas terakhir Sekolah Menengah Pertama. Saya sangat menikmati sekolah saya. Saya berharap dapat menyelesaikan sekolah ini pada Juni 2020. Setelah menyelesaikan studi saya di sekolah menengah pertama, saya akan melanjutkan ke SMK jurusan desain grafis. Saya sangat berharap bisa melakukannya dengan baik.

Saya sangat beruntung mendapatkan bantuan melalui Yayasan Permata Hati.

               Orang tua saya bercerai ketika saya masih di Sekolah Dasar. Mereka memiliki 3 anak dari pernikahan mereka; saudara perempuan saya bernama Adriana, dia duduk di bangku kelas 2 Sekolah Kejuruan. Saya anak ke-2 dan saya masih memiliki adik laki-laki berusia sekitar 7 tahun. Dia belajar di Sekolah Dasar. Setelah berpisah, ayahku pergi ke suatu tempat yang kami tidak tahu di mana dia. Ibuku harus menjadi tulang punggung dalam keluarga. Dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Dia membantu sebuah keluarga untuk mencuci pakaian, memasak, menyetrika dan lain-lain. Dia meninggalkan rumah jam 7 pagi dan dia pulang jam 4 sore. Saya sangat kasihan melihat ibu saya. Dia harus menjadi pejuang tunggal untuk merawat anak-anaknya. Tapi saya sangat bangga dengan ibu saya. Dia adalah wanita yang sangat tangguh. Karena itu bantuan dari sponsor saya melalui Stichting Kartini dan Yayasan Permata Hati sangat berarti bagi saya dan juga keluarga saya.

Hobi saya bermain sepak bola dan footsal (futsal). Saya sangat ingin menjadi pemain sepak bola terkenal. Saya sering berlatih dan bermain sepak bola dengan teman-teman sekolah dan juga teman-teman di kampung saya. Saya selalu suka melakukan itu.

Saya pernah terpilih untuk bergabung dengan klub yang mewakili daerah saya. Saat itu diadakan pertandingan sepak bola di kota Malang. Saya dipilih dari sekolah dan juga beberapa anak dari sekolah lain untuk berkompetisi atas nama daerah kami. Mulai dari pertandingan awal hingga final saya berhasil mengumpulkan 7 gol. Tim saya meraih juara 3 di Malang.

Saya ingin terus menekuni hobby saya, semoga bermanfaat juga untuk masa depan saya. Namun saya selalu teringat akan pesan Ibu Yayuk Ernawati, Ketua Yayasan Permata Hati, bahwa saya harus terus memprioritaskan sekolah saya. Sekolah saya harus menjadi nomor 1 karena ini akan membantu saya mencapai tujuan saya nanti. Ibu Yayuk berkata, pendidikan dan antusiasme di sekolah akan membantu Anda mencapai tujuan dan membuat masa depan Anda lebih baik. Saya akan selalu mengingat nasihatnya.

Oleh karena itu saya akan melanjutkan sekolah dengan semangat yang tinggi.

Saya bersyukur meskipun saya berasal dari keluarga yang hancur dan miskin tetapi Tuhan memberikan pertolongan untuk saya dan keluarga saya. Ada orang yang Tuhan pakai untuk memberkati hidup dan keluarga saya.

               Terima kasih kepada sponsor saya Tante Katja v.d.Veldt melalui Yayasan Kartini di Belanda dan juga Yayasan Permata Hati di Malang- Indonesia yang selalu mendukung pendidikan saya. Saya akan terus belajar dengan semangat tinggi. Saya akan menyambut masa depan saya yang lebih baik dengan menyelesaikan studi saya dengan baik.

Dari anak yang beruntung,

Sandi Pratama Wibowo