Kunjunganku ke Permata Hati

Desember tahun lalu saya pergi berlibur ke Indonesia dan memiliki keinginan untuk menggabungkan li buran saya dengan mengunjungi ke dua anak asuh saya yang tinggal di SumberManjing- Malang Selatan.

Ketika saya berada di Solo saya menghubungi Ibu Yayuk melalui WhatsApp. Kami sepakat dia akan menjemput saya keesokan harinya di hotel saya di Malang. Ada sedikit salah pengertian tetapi akhirnya kami bertemu dan Ibu Yayuk sudah menunggu saya di depan hotel bersama anggota tim Permata Hati yang lain.

Setelah perjalanan panjang yang indah tetapi juga melelahkan dengan satu pemberhentian makan siang, kami tiba di desa dekat pantai. Kami disambut oleh seorang wanita penghubung Permata Hati di daerah tersebut dan dia juga menemani kami ke rumah kecilnya Mifta, bungsu dari dua gadis yang saya bantu. Ketika kami tiba, ternyata dia sendirian di rumah di bawah pengawasan tetangga. Ayah Mifta adalah seorang nelayan dan masih melaut. Sangat muda dan kecil dan sudah sendirian di rumah yang agak kosong dan tidak layak. Ada satu kasur di lantai.

Ibu Yayuk dan saya berbincang-bincang dengan Mifta dan saya memberinya hadiah kecil khas Belanda dan cokelat. Sayangnya coklat itu meleleh dan menutupi seluruh wajah dan tangannya. Setelah itu kami pamit dan melanjutkan perjalanan mengunjungi gadis kedua, Cahya. Tepat sebelum kami hendak pergi, ayah Mifta tiba dengan sepeda motor kembali dari laut, jadi saya dapat berbicara dengannya sebentar. Aku senang bisa bertemu dengannya.

Kami berjalan ke rumah Cahya di pinggir pantai. Dia tinggal di sana bersama kakek dan neneknya. Mereka sudah menunggu kami dan berpakaian bagus. Cahya adalah gadis yang cantik. Kami semua bertemu dan melakukan percakapan yang menyenangkan. Juga di sini, saya bisa membuat mereka senang dengan beberapa oleh-oleh khas Belanda.

Di pantai kami mengambil beberapa foto. Saya perhatikan bahwa lingkungan yang indah ini belum tersentuh pariwisata. Saya juga menikmati minuman enak langsung dari kelapa. Kemudian saatnya mengucapkan selamat tinggal. Kami berjanji untuk kembali suatu hari nanti.

Dalam perjalanan kembali ke Malang, kami berhenti untuk makan malam dan hari yang menyenangkan pun berakhir. Ibu Yayuk membawa kami kembali ke hotel dengan selamat. Itu adalah pengalaman yang indah dan sangat berharga.

Sjors Otto