Kisah Nadia Swastika

Halo semua!

               Nama saya Nadia Swastika. Saya berumur 26 tahun sekarang. Saya pernah menjadi anggota Yayasan Permata Hati – Stichting Kartini pada tahun 2007 – 2012. Pertama, saya terdaftar sebagai anggota Permata Hati saat saya duduk di bangku kelas 2 SMP. Nama orang tua angkat saya adalah Fam. A. Bosma adm.nr. 103. Saya tamat SMA tahun 2012. Saya sangat bersyukur karena bantuan orang tua asuh melalui Permata Hati dan Stichting Kartini telah menjadi jembatan dalam perjalanan hidup saya untuk menjadi seperti sekarang ini.

               Saat ini saya bekerja sebagai guru Bahasa Mandarin di BINUS School Bekasi – Jakarta. BINUS adalah salah satu sekolah internasional yang populer di Indonesia. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari BINUS untuk pembinaan dan pemberdayaan dalam membangun dan mengabdi pada bangsa.

               Sebelum saya memulai karir sebagai guru Bahasa Cina, saya lulus dari Universitas Brawijaya pada tahun 2016 sebagai Sarjana Seni Bahasa dan Sastra Cina. Dulu di tahun 2015 ketika saya masih mahasiswa, saya mendapat beasiswa dari (CLCE) Chinese Language and Culture Education Foundation of China untuk mengikuti Kursus Budaya dan Program Pengajaran Bahasa Mandarin di Universitas Nanjing Xiao Zhuang. Itu adalah pertama kalinya saya pergi ke luar negeri dan mengunjungi China.

               Saya masih ingat bahwa suatu hari saya akan pulang dari gereja; Saya tersesat di stasiun. Saya tidak tahu di mana gerbang keluarnya dan saya tidak bisa berbahasa Mandarin dengan lancar saat itu. Bahkan petugas stasiun mereka tidak bisa berbicara bahasa Inggris. Sejak saat itu saya menyadari bahwa 3 tahun belajar bahasa Mandarin di perguruan tinggi tidak berarti banyak. Saya seorang pelajar bahasa Mandarin yang tersesat di Tiongkok karena tidak bisa berbicara bahasa Mandarin. Itu sangat memalukan bagiku. Saya terbang kembali ke rumah dan berkata pada diri saya sendiri bahwa saya harus belajar lebih keras, lulus dan mengunjungi China lagi.

Setelah lulus, saya kembali ke China pada tahun 2017. Saya mendapat beasiswa dari Confucius Institute untuk mengikuti kursus Bahasa dan Budaya China di Guangxi Normal University. Saya belajar di sana selama setengah tahun dan menyelesaikan program saya dengan nilai bagus.

               Pada tahun 2018, saya mulai bekerja di sebuah perusahaan teknologi multinasional China yang kami kenal dengan nama HUAWEI. Saya adalah staf Pemasaran Bisnis termuda saat itu yang tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang pemasaran bisnis. Saya mengalami kesulitan beradaptasi dengan pekerjaan ini dan memiliki banyak hal untuk dipelajari dalam waktu singkat. Namun, saya berhasil melakukan pekerjaan saya dengan baik.

Di penghujung tahun 2018 saya pindah ke Surabaya, saya mendapat kesempatan baru untuk bekerja sebagai Head of Marketing Operational department di Chinese Internet Company yang berfokus pada e-commerce dan layanan keuangan online di negara-negara Asia Tenggara. Setelah 3 bulan bekerja, saya sudah bertanggung jawab atas dua departemen, pemasaran dan pengembangan bisnis. Pada Mei 2019, perusahaan mengirim saya ke Sydney, Australia untuk perjalanan bisnis. Tapi itu adalah perjalanan bisnis pertama dan terakhir yang saya lakukan bersama perusahaan.

Terkadang, hal-hal terjadi secara tidak terduga dalam hidup kita dan membawa kita ke perjalanan baru. Saya pindah kembali ke Jakarta dan mendapatkan pekerjaan ini di BINUS. Tidak pernah terpikir oleh saya bahwa saya akan menjadi seorang guru, tetapi di sinilah saya sekarang. Seorang guru bahasa Mandarin yang masih perlu belajar bagaimana menjadi guru yang lebih baik dan menginspirasi setiap hari.

               Saya berdoa semoga Tuhan selalu memberkati Permata Hati- Stichting Kartini dan semua sponsor / orang tua asuh agar terus menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam membantu anak-anak kurang mampu khususnya di Malang, agar bisa terus bersekolah untuk menggapai cita-citanya dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Salam sukses, Nadia Swastika